Aku tidak mengenal cinta namun sejak duduk di kelas Vlll, saat itu aku hanya mencoba ingin lebih dekat dengan seorang insan Tuhan yang berlainan jenis denganku.
Setelah aku merasa kenal dan dekat dengannya aku merasakan hal yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya.
Sebut saja namanya Udin.
Aku tahu, dari adik sepupuku yang sekelas dengannya.
Udin sering bercerita dengan sepupuku kalau dia sering memperhatikanku, kalau aku ke perpustakaan sekolah. Karena kelas si Udin berdampingan dengan perpustakaan.
Suatu hari, Udin mendapatkan nomor Handphoneku dari sepupuku.
Dari situ komunikasi kami berjalan lancar, tepat malam Valentine yaitu tanggal 14 Februari Udin mengirimkan kata-kata, yang menawarkan agar kami bisa lebih dekat , dengan keputusan malam itu juga aku IYAkan saja tawarannya.
Bagaimana tidak, Udin itu anak Basket, keren, putih, tinggi, tampan, pintar pula dalam pelajaran.
*so perfect dech. :)
Semenjak hari itu aku lebih rajin keperpustakaan dengan dua tujuan, pertama mencari buku, kedua mencari sang pujaan hati.
Meski tak pernah langsung berdampingan dengan Udin aku sangat bahagia.
Melihatnya dari jauh saja rasanya kaki ini tak lagi berpijak dibumi, Hati berdegup kencang tak karuan.
“Ooh.. Tuhan inikah Cinta” batinku setiap melihatnya.