Kamis, 27 Februari 2014
Cerpen
Ini tulisan pertama aku, di ikutkan lomba dan al hasil tidak menang. :D
Ramadhan Bulan Al-Qur’n
Puasa tahun ini Dita jalani berdua bersama ibu saja, berbeda seperti tahun- tahun kemaren karena lima bulan yang lalu ayah Dita berpulang ke rahmutullah.
“Hari ini adalah hari pertama berpuasa tanpa ayah” benak Dita
Dita melamun memandangi piala yang terpajang di atas lemari ruang tamu.
“Dit, kok melamun saja ?” Tanya ibu menghampiri Dita
“eemm… ibu, tidak melamun kok bu” sanggahnya
“yang bener, sudah sholat zuhur belum ?”
“sudah bu, emm… aku hanya teringat dengan Ayah bu.”
“Oh ya?, teringat bagaimananya dit?” ibu mendekati Dita sambil tersenyum
“Ibu ingat Dita dapat piala itu kan bu ?”Dita menunjuk piala yang tersimpan didalam lemari kaca.
Piala itu adalah hadiah juara satu menghatamkan Al-Qur’an pada bulan Ramadhan tahun lalu. Acara itu berlangsung tepat tiga hari sebelum Idul Fitri dan tidak pernah ia duga, karena sebelumnya ia hanya ikut bersama Ayahnya ke sebuah pengajian di mesjid kota. Setelah pengajian ternyata ada kuis dari panitia penyelenggara yang bertema Ramadhan khatam Al-Qur’an. Dan siapa yang sudah mengkhatam Al-Qur’n ia berhak mendapat hadiah itu. Maka terpilihlah Dita karena ia telah selesai 30 juz membaca Al-Qur’an.
“ingat sayang, itukan piala pertama anak ibu.” Jawab ibu bangga
“hehe… Dita jadi kangen Ayah bu.”
“iya sayang, kalau Dita kangen Dita selalu do’akan Ayah di sana ya!, semoga Ayah di sana bahagia dan mendapat tempat yang layak di sisi Allah.”
“Insya Allah Dita selalu ingat mendoakan Ayah bu.”
“Pintar anak mama” Ibu dita membelai kepala anaknya
Dita tersenyum manis.
“Dita juga jangan lupa pesan Ayah nak ya”
“insya Allah bu, tapi pesan Ayah banyak ya bu?” Dita menggaruk kepalanya
“yang Dita ingat apa ?, coba ceritakan sama ibu nak ?”
“Eeemm… yang paling Dita ingat tentang piala itu bu.” Dita tersenyum bahagia
“apa pesan Ayah tentang itu nak?” Tanya ibu penasaran
“waktu itukan bu, Dita habis sholat zuhur langsung main hp lalu Ayah menghampiri Dita, Ayah bertanya kenapa Dita tidak membaca Al-Qur’an selepas sholat, kata Ayah kita kan harus membaca Al-Qur’an sebagai umat islam, apalagi bulan Ramadhan.”
“terus Dita langsung ngaji nak?”
“tidak bu, Dita lanjut ngobrol saja sama Ayah, kata Ayah kita harus membaca Al-Qur’an satu hari selesai 30 juz, mata Dita langsung terbelalak bu mendengarnya, tapi Ayah tersenyum saja.”
Ibu tersenyum.
“Tapi kata Ayah: kalau tidak bisa satu hari khatam,ya selesai satu juz satu hari, kalau masih tidak bisa, satu surah saja, masih tidak bisa juga ya satu Ayat satu hari, kalau masih tidak bisa satu ayat di pandangi saja Al-Qur’annya lalu tanya pada hatimu kenapa dirimu jauh dari Al-Qur’an ?” lanjut Dita
“jadi itu semangat Dita mengkhatam Al-Qur’an ?” tanya ibu
“iya bu, kata Ayah juga kalau bulan Ramadhan itu adalah bulan Al-Qur’n, pahala beribadah dibulan Ramadhan itu berkali-kali lipat di banding bulan yang lain.”
“benar sayang, anak ibu pintar”
“kemaren itukan bu, Dita mengkhatamkan Al-Qur’an di satu bulan puasa, tidak di sangka dapat hadiah.”
“itu karena Dita melakukannya ikhlas karena Allah, iya kan niat Dita seperti itu ?’
“benar bu, itu juga pesan Ayah lakukan semuanya karena Allah bukan karena Ibu atau Ayah” Dita bersemangat
“Alhamdulillah, anak mama pintar” ibu mencium pipi Dita yang mungil.
Muka Dita memerah.
“Kamu tidak mengantuk nak?” Tanya Ibu sambil berdiri.
“Tidak bu, kalau Ibu mau tidur ayolah Dita temani Ibu.” Dita meraih tangan ibunya dengan senyum indah di pipinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Turut berduka atas meninggalnya ayah kamu yah..
BalasHapusSama, aku juga sering ikut lomba nulis cerpen, sering kalah juga:)
Bukan maksud menggurui yah. Coba deh kalo tulisanmu ini dikasih jarak gitu sebagai pemisah. Terlalu rapat, sakit mata pas baca oi.. :))
hhehe. . ayah aku masih hdup juragan itu fiktif belaka.
BalasHapusmasalah jarak tulisan ini, iya itu aku bingung kok jadi gini, padahal di word pake spasi? :)
Cuma fiktif toh..
HapusGampang kok. MIsal kamu lansung nulis dientri baru, atopun copas dari word, tiap abis titik ato satu paragraf tulisanmu tinggal dienter dua kali, gitu terus selanjutnya.
ooh sip-sip. Terimkasih. ntar di coba.
BalasHapus